Sabtu, 20 Mei 2017

Sedikit Karya berbentuk Tulisan

Judul
"Perjumpaan adalah perpisahan yang lain"

Aku memberimu tanda berupa peristiwa/
Maka pertemuan kita tidak akan sia-sia/
Perpisahan kita akan dihinggapi makna/
Ini kenangan kuberikan padamu/
Simpan/
Kenangkanlah kapan tau/
Kerna, perpisahan adalah setengah dari perjumpaan/
Dan kenangan, adalah sisa dari keduanya/
Maka simpanlah/
Siapa tau, di suatu subuh/
Kenangan itu akan menguak/
Dan kita sama-sama luruh dalam peluh/

Slamet
13.05.17

---------------------------------

Disaat aku berhenti mencintaimu nanti,
bukan karena kau salah, aku hanya lelah.
Memang benar, sabar itu tidak ada batasnya,
Dan aku bukannya tidak sabar menunggu tapi hanya aku mulai sadar.
Sadar jikalau apa yg aku tunggu, tidak untuk ditunggu.
Sadar jikalau apa yg aku nanti, tidak akan pernah terjadi,
yaitu tentang kau yg mencintaiku.

- rphs

---------------------------------

Saat sore kian menyore,
dan kita hanya duduk
khidmat bersama nyanyian angin

Dan kita sadar,
lelah mengingat satu hari penuh
dan lelah mengejar ufuk bertanda jingga

Kita menang sekaligus
kalah oleh waktu

- Lembing

---------------------------------

Hitam pasir yang menenggelamkan lara
Buih ombak yang menghanyutkan perasaan
Debur air yg menyapu segala yang ada di tepi

Begitu pula aku rasa
Yang tidak mencintai mu
Lara ku sudah terpendam
Perasaanku hanyut hingga hilang
Dan sisa lainnya tersapu dan hanya meninggalkan jejak kenangan

Maafkan aku yang tak cinta
Tapi aku ingin membuatmu bahagia
Entah mengapa, aku ingin, selalu
Salahkah?
Tapi maaf, aku hanya tak cinta
Maaf

- gelombang

Selasa, 22 Desember 2015

PENTAS DeLIK SRAWUNG

SALAM BUDAYA

Kesenian merupakan salah satu nafas hidup yang berasal proses kreatif dari masyarakat. Proses yang melibatkan cipta, karya dan karsa akan terus berlangsung menjadi sebuah sarana untuk pembentukkan masyarakat yang berkarakter. Laboratorium Seni Teater DeLIK Fakultas Hukum UNS melakukan sebuah pentas bertajuk DeLIK Srawung dengan mencoba untuk mendekatkan lagi kesenian, khususnya teater kepada asal muasal mereka berasal yakni masyarakat umum. Salah satu hiburan teater dengan bahasa jawa akan menjadi hal yang ditunggu dan sayang untuk dilewatkan.


Naskah

GENG TOILET Karya Sosiawan Leak
Slamet sawijine Sarjana Pertanian soko desa sing sugih mlegedhu lan duwe idealisme hebat. Dheweke golek pagawean menyang kutha ananging malah keno apus-apus karo pawongan kutho ning terminal. pawongan iku kagabung ing sawijining geng ing terminal antar kota kang duwe sebutan Geng Toilet.

Pelaksaaan

Klaten

23 Desember 2015 Pukul 19.00 - selesai
Sanggar Giri Laras, Candi Sonjiwan
Desa Wisata Dalam Kidul
Prambanan Klaten


Solo

26 Desember 2015 Pukul 19.00 - selesai
Sanggar Seni Kemasan
Kepatihan
Solo

GRATISSSS!!




SELAMAT MENYAKSIKAN!!

Rabu, 11 November 2015

PENTAS BESAR DUA KOTA / SLAWI - SOLO

LABORATORIUM SENI TEATER DELIK

PROUDLY PRESENT

PENTAS BESAR DUA KOTASLAWI - SOLO

                                                                                                          




PENTAS BESAR DUA KOTA

Laboraturium Seni Teater DeLIK merupakan buah dari implementasi teater modern yang berkembang di Indonesia yang menjadi sarana untuk mengakomodasi kegiatan kesenian dan kreatifitas mahasiswa. Oleh sebab itu Laboratorium Seni Teater DeLIK mengadakan Pertunjukan Pentas Besar Dua Kota yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya sebagai puncak apresiasi dari program kerja tahunan  serta proses yang dilaksanakan oleh anggota Laboratorium Seni Teater DeLIK.
Pada kesempatan kali ini Pentas Besar Dua Kota Laboratorium Seni Teater DeLIK akan kami selenggarakan di Kota Solo dan Kota Tegal. Kemudian alasan kami memilih Kota Tegal karena merupakan kota yang terkenal sebagai kota lahirnya seniman besar di Indonesia. Selain itu,upaya Laboratorium Seni Teater DeLIK untuk memunculkan kembali kesadaran masyarakat khususnya mahasiswa, akan pentingnya mengenal dan melestarikan hiburan yang bertemakan budaya bangsa dengan segala keindahan dan kearifan melalui pertunjukan teater dan tari yang dikemas dalam datu naskah “Ajag-ajag”.
Laboratorium Seni Teater Delik berharap pertunjukan Pentas Besar Dua Kota ini akan menjadi acuan semangat bagi Laboratorium Seni Teater DeLIK sendiri dan padaumumnya komunitasteater lain untuk terus berkarya dalam panggung kesenian.


SALAM BUDAYA !!




Rabu, 13 Mei 2015

update Lomba Baca Puisi Tingkat SMA Se-Solo Raya

UPDATE HUT LABORATORIUM SENI TEATER DeLIK KE 22

LOMBA BACA PUISI 
TINGKAT SMA SE-SOLO RAYA
DAN WORKSHOP "PENULISAN PUISI"
KEREN NIH.. 
 
 

                                                                                                                                                                   

ACARA
Lomba Baca Puisi  Tingkat SMA Se-Solo Raya Laboratorium Seni Teater Delik Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan Technical Meeting pada tanggal 10 Mei 2015. Bagi teman yang belum mendaftar, masih ditunggu hingga tanggal 17 Mei 2015. Bagi teman yang sudah mendaftar dan memperoleh puisi, kami ucapkan "Selamat Berpuisi" dan Kami tunggu kehadirannya hari Minggu, tanggal 17 Mei 2015 di Auditorium Gedung III Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

PUISI
Dalam acara lomba panitia telah memilih beberapa puisi untuk nantinya dibacakan peserta. Puisi yang telah dipilih dapat di download di sini.

Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi
Rikho 085786074404

Senin, 04 Mei 2015

LOMBA BACA PUISI TINGKAT SMA se SOLO RAYA

HUT LABORATORIUM SENI TEATER DeLIK KE 22
 



IKUT DAN RAMAIKANLAH

LOMBA BACA PUISI 
TINGKAT SMA SE-SOLO RAYA
DAN WORKSHOP "PENULISAN PUISI"
KEREN NIH..









Form Pendaftaran

Sekilas Tentang Lomba Baca Puisi
 
Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang ada dan selalu berkembang di Indonesia. Melalui puisi, seseorang dapat mengekspresikan keadaan serta perasaan yang sedang dialami, perasaan senang, sedih, haru, dan lain-lain.


Selain itu, banyak orang beranggapan bahwa melalui sastra khususnya puisi, mereka dapat mewujudkan kehidupan sosial yang berkembang di masyarakat dan menemukan kepuasan serta keindahan dalam hidup.


Pembelajaran bahasa Indonesia yang di dalamnya menyangkut pembelajaran sastra, dan tidak lupa jenis sastra, yaitu puisi juga turut diberikan sebagai materi pembelajaran. Dalam materi pembelajaran puisi mencakup pada standar kompetensi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis puisi.


Namun, pembelajaran apresiasi karya sastra (membaca puisi) disinyalir kurang diperhatikan bagi kalangan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, kami akan mengadakan kegiatan lomba membaca puisi yang bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap sastra, khususnya dalam bidang membaca puisi. Terlebih lagi bahwa sebuah puisi, setelah ditulis oleh sastrawan akan lebih sempurna lagi ketika dibaca dan dibacakan di depan khalayak umum, tidak hanya cukup dibaca dalam hati saja.


Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk menampung dan menyalurkan bakat serta kemampuan siswa dalam membaca puisi. Penyelenggaraan lomba membaca puisi bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan praktik siswa dalam menumbuhkan apresiasi terhadap sastra, khususnya baca puisi.

  
INFORMASI KEGIATAN 

A. Nama Kegiatan : 
Lomba Baca Puisi Tingkat SMA se-Solo Raya

B. Tema Kegiatan :
"KAIDAH MUSIM SEMI"

C. Pelaksanaan 
Hari/Tanggal : Minggu, 17 Mei 2015
Pukul  : 08.00

D. Tempat Kegiatan :
Gedung III Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret

Informasi lebih lanjut Hub. Rikho (085786074404)



PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA BACA PUISI
TINGKAT SMA SE-SOLO RAYA


Panduan Teknis:
  1. Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 20 April – 10 Mei 2015 (maksimal pukul 12.00 WIB atau pada saat dilaksanakannya Technical Meeting) atau telah mencapai batas kuota yang ditentukan. 
  2. Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di sekretariat Laboratorium Seni Teater DeLIK pukul 09.00 – 18.00 WIB atau dapat mendaftar secara online dengan mendownload form berikut : form pendaftaran
  3. Syarat Registrasi :
    • Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia (secara langsung maupun online)
    • Membayar uang registrasi sebesar Rp. 35.000.
    • Menyertakan fotokopi kartu pelajar atau kartu identitas lain sebanyak 2 (dua) buah
    • Membawa foto berukuran 3x4 sebanyak 2 (dua) buah
  4. Technical Meeting akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2015 pukul 13.00 – selesai di Ruang 1302 Gedung 1 Fakultas Hukum UNS. 
  5. Technical Meeting dihadiri oleh peserta lomba atau perwakilan pesert lomba. 
  6. Pembagian co-card dan nomor urut peserta lomba dilaksanakan pada saat Technical Meeting .
  7. Peserta lomba yang tidak hadir dalam Technical Metting dianggap mengetahui dan menyetujui persyaratan yang disediakan oleh panitia Lomba Baca Puisi Tingkat SMA se-Solo Raya.

 Ketentuan Khusus :
  1. Peserta dapat bertindak sebagai perwakilan sekolah atau dapat bertindak sebagai pribadi dalam Perlombaan Baca Puisi Tingkat SMA se-Solo Raya.
  2. Peserta lomba tidak diperkenankan menggunakan iringan musik, baik yang dimainkan sendiri, orang lain atau dengan sarana apapun.
  3. Lomba dibagi dalam 2 (dua) babak, yaitu babak penyisihan dan babak final.
  4. Dalam babak penyisihan, peserta lomba diperkenankan secara bebas memilih 1 (satu) puisi yang telah disediakan oleh panitia lomba.
  5. Dalam babak final, peserta lomba membacakan 1 (satu) puisi yang telah ditentukan oleh panitia lomba sesuai dengan undian yang di dapat.
  6. Peserta lomba tidak diperkenankan membaca puisi yang sama dalam babak penyisishan maupun babak final.
  7. Peserta diperkenankan menggunakan kostum atau properti tangan (properti yang melekat pada tubuh).
  8. Peserta lomba tidak diperkenankan menggunakan alat pengeras suara dalam bentuk apapun.
  9. Juara I, Juara II, dan Juara III dalam Lomba Baca Puisi Tingkat SMA se-Solo Raya akan ditampilkan dalam acara Parade Pementasan. 

Tata Tertib Lomba : 
  1. Peserta lomba wajib hadir 60 menit sebelum acara dimulai.
  2. Peserta lomba melakukan regestrasi ulang di Gedung III FH UNS pukul 07.00 – 08.00 WIB.
  3. Peserta lomba yang dipanggil sebanyak 3 (tiga) kali dan tidak hadir maka dianggap gugur.
  4. Peserta lomba diberikan waktu 5 (lima) menit dalam pembacaan puisi.
  5. Peserta lomba wajib menjaga ketenangan dan ketertiban selama berlangsungnya lomba.

Sistem Lomba : 
  1.  Aspek penilaian juri :
    • Penafsiran
    • Penampilan : Totalitas
    • Vokal : Artikulasi, Intonasi, Tempo, Power, Karakter.
    • Ekspresi : Mimik, Gestur, Penghayatan.
  2. Babak penyisihan akan mengambil 10 (sepuluh) peserta yang nantinya akan maju ke babak final.
  3. Tiga peserta dengan skor tertinggi akan mendapatkan uang pembinaan dengan total sebesar Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah), trophy dan sertifikat.
  4. Juara akan diumumkan dalam acara Parade Pentas tanggal 17 Mei 2015 pukul 19.00 WIB bertempat di Aula Gedung III Fakultas Hukum UNS.
  5. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  6. contact person : 085786074404 rikho

Sabtu, 28 Maret 2015

Peringatan Hari Teater Dunia

Hari Teater Dunia yang diperingati setiap tanggal 27 Maret tahun ini berbeda dari tahun kemarin, jika tahun 2014 kemarin diadakan di area Wisma Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta maka tahun 2015 ini Peringatan Hari Teater Dunia diadakan di panggung yang lebih terbuka, yakni di Teater Terbuka Institut Seni Indonesia Surakarta.
Acara yang diadakan di area lebih terbuka ini menyita perhatian masyarakat yang lewat dan menyempatkan waktu untuk ikut ber-euforia dalam acara ini. Tidak hanya dari kalangan seni saja yang menikmati Peringatan Hari Teater Dunia ini, tetapi juga seluruh kalangan masyarakat dari anak-anak sampai orang tua.

Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS sendiri kembali ikut berpartisipasi dalam Peringatan Hari Teater Dunia tahun ini dengan menampilkan pentas teatrikal yang dimainkan oleh Nugraha Wisnu "Inug", Bayu "Gembul", Bryan, Rahmalia Rosa, Rizka, Dalvian dengan sutradara Rozak "Itheng". Selain itu banyak juga sedulur DeLIK yang turut berkontribusi sebagai Panita bersama dengan gabungan dari seluruh seniman se-Solo Raya.

Kamis, 26 Maret 2015

Partisipasi Labsen Teater DeLIK dalam Acara "A Mild Go Ahead"







Laboratorium Seni Teater DeLIK tidak hanya bergelut dalam dunia keteateran, hal ini ditunjukkan dalam keikutsertaannya di dalam acara "A Mild Go Ahead" yang diselenggarakan Sabtu, 21 Maret 2015 di Taman Balekambang, Solo. Acara tersebut berisi game dan outbond serta hadiah yang diperebutkan untuk kategori best team dan best costum yang diikuti oleh komunitas dan perkumpulan se-Solo raya. 

Tidak sia-sia  usaha yang dilakukan Teater DeLIK dalam acara A Mild Go Ahead, karena dua kategori yang dilombakan semuanya dimenangkan oleh Teater DeLIK sebagai tim dengan best costum dan best team. Masing-masing kategori mendapakan hadiah uang tunai sebesar satu juta rupiah. Hal ini ditujukan untuk menambah danus untuk program kerja yang telah disusun. Tapi bukan hal tersebut yang diutamakan akan tetapi keakraban dan kekompakan dari sedulur DeLIK serta mampu menjalin hubungan dengan komunitas lain se-Solo raya.

Jumat, 20 Maret 2015

Sedulur DeLIK, mari lihat video ini sejenak




Kamis, 19 Maret 2015

Kebersamaan DeLIK dalam gambar



Kebersamaan ini, mungkin tidak hanya terekam dalam gambar, tapi juga dalam hati dan ingatan sedulur semua. Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS selalu melekat dan hidup dalam diri kita, karena DeLIK adalah rumah, DeLIK telah mendarah daging di dalam tubuh kita. 

Kemanapun kita pergi, sejauh apapun itu, kita akan selalu kembali pada Laboratorium Seni Teater DeLIK Fakultas Hukum UNS.

Pelantikan Pengurus Harian Laboratorium Seni Teater DeLIK periode 2015/2016


Alhamdulillah, Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS akhirnya resmi melantik Zaky Baswendra menggantikan Rizal Bagus "Item" Prakoso sebagai Ketua Umum Harian Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS.

Acara pelantikan kali ini diadakan di kanopi Gedung 1 Fakultas Hukum UNS dengan disaksikan oleh para anggota DeLIK, jajaran Pengurus Harian periode 2014/2015 dan turut pula dihadiri oleh Bapak Hernawan Hadi selaku Pembantu Dekan III bidang Kemahasiswaan.

"Dengan dilantiknya Zaky Baswendra sebagai Ketua Umum Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS periode 2015/2016 maka Kepengurusan periode 2014/2015 telah resmi purna tugas sebagai Pengurus Harian, namun bukan berarti mereka dapat lepas tangan dari kepengurusan sekarang" kata Wahyu Nur Rohman, Ketua Divisi Hubungan Masyarakat periode 2014/2015.

Menurut Rizal Bagus "Item" Prakoso, dia dan seluruh jajaran Pengurus Harian periode 2014/2015 tetap akan mengiring dan turut serta membimbing Kepengurusan saat ini.

Selamat untuk Zaky Baswendra, Ketua Umum Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS periode 2015/2016 dan seluruh jajaran Pengurus Hariannya!

SALAM BUDAYA!!!

Kamis, 12 Maret 2015

DeLIK dari masa ke masa






Inilah sedikit kenangan yang bisa kami bagi. Para sesepuh, sedulur semua mari berbagi kenangan, berbagi cerita Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS disini. Sedikit nostalgia, banyak cerita. Rindukah kalian dengan kehangatan bersama sedulur DeLIK ini? Pasti rindu bukan? Mari menyambung lagi silaturahmi sedulur :)

Rabu, 24 Desember 2014

Kenapa dibuat Radio DeLIK FM?

Nah pasti banyak yang bertanya-tanya "Kenapa dibuat Radio DeLIK FM?" atau "Buat apa sih Radio DeLIK FM itu?"
Alasan dibuatnya Radio Streaming atau Radio internet DeLIK FM pada dasarnya adalah untuk mengakomodasi kreatifitas dan sebuah bentuk inovasi Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS dalam mengikuti perkembangan di publik. Fenomena Radio Streaming atau Radio internet ini sedang booming di kalangan mahasiswa sekarang ini. Divisi Hubungan Masyarakat yang bertanggung jawab untuk mempublikasikan setiap kegiatan Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS melalui berbagai media dan juga menjadi pusat informasi bagi sedulur semua melihat peluang dari kemajuan teknologi yang ada sekarang ini. Tidak hanya pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Twitter, Blog, maupun media Youtube saja, melainkan juga memanfaatkan media informasi via Radio yang saat ini mulai berkembang dengan cara Streaming layaknya video yang diputar di Youtube.

Dengan kehadiran Radio DeLIK FM ini diharapkan segala informasi dan publikasi karya Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme publik dalam mendengarkan Radio DeLIK FM ini sangat besar, sehingga bukan tidak mungkin masyarakat akan lebih mengenal Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS kedepannya melalui pemanfaatan beberapa media seperti yang telah disebutkan diatas.

Dengan menyuguhkan beberapa segmen yang mempunyai nama unik dan menggelitik, serta konten segmen yang banyak digemari publik Radio DeLIK FM ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pendengar. Karya-karya dari Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS dengan format audio pun seringkali diputar, dan publik menikmati karya-karya tersebut serta memberikan apresiasi tinggi bagi karya tersebut.

Mau ikut menjadi pendengar Radio DeLIK FM? Berikut kita bagi beberapa link yang bisa diakses


•Untuk mengikuti live chat atau obrolan langsung silahkan kunjungi http://teaterdelik.caster.fm
•Untuk Android silahkan download aplikasi "Klikradio" di Play Store atau silahkan kunjungi bit.ly/delikapp
•Untuk Device selain Android seperti Iphone / Smartphone / PC silahkan kunjungi bit.ly/radiodelik lalu click "listen" untuk streaming
•Untuk mengetahui waktu siaran / segmen yang sedang berlangsung silahkan kunjungi Twitter Radio DeLIK FM di @delik_fm

Masih bingung? Langsung aja click icon device di bawah radio yang ada di menu bar di sisi kanan blog ini saja sedulur (khusus untuk Android, silahkan download aplikasinya)

Berikut adalah jadwal sementara Radio DeLIK FM

Selasa, 16 Desember 2014

Review : Pentas Besar 2 Kota : Solo ( Teater Arena, TBJT Surakarta)


Yaaa beginilah ramenya Pentas Besar 2 Kota bagian kedua yang diadakan di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta Kamis (4/12) kemarin. Penonton membludag hingga hampir tidak kebagian tempat duduk.

Antusiasme dan keseriusan penonton sempat beberapa kali terekam kamera, meski tak pelak juga mereka bergelak tawa karena beberapa adegan lucu yang dibawakan para pemain Naskah "BAH" dengan dialog, gestur dan mimik yang mengundang tawa.

Menurut survey yang dilakukan oleh Tim Produksi, cukup banyak penonton yang baru pertama kali menonton pentas teater, dan ketagihan nonton pentas karena Naskah "BAH" ini. "Tak hanya menghibur, tapi juga mendidik" begitu kata salah seorang penonton.

Tunggu pentas-pentas selanjutnya dari Laboratorium Seni Teater DeLIK FH UNS. Mari Berproses! Mari Berkarya!

SALAM BUDAYA!!

nb : Terima kasih untuk seluruh Tim Pementasan, Tim Produksi, Sedulur semua, Delikers, dan juga Mas-mas Mbak-mbak semua yang telah membantu sehingga Pentas Besar 2 Kota Surabaya-Solo ini dapat terselenggara dengan lancar dan sukses.

Sabtu, 13 Desember 2014

Materi : Olah Vokal

SUARA
   Penguasaan suara dalam seni acting pada dasarnya adalah penguasaan diri secara utuh, karena kedudukan suara dalam hal ini hanyalah merupakan salah satu alat ekspresi dan totalitas diri kita sebagai seorang pemain (actor). Pengertian ‘penguasaan diti secara utuh’ menuntut suatu keseimbangan seluruh aspek serta alat-alatnya, baik yang menyangkut kegiatan indrawi, perasaan, pikiran atau yang bisa disebut segi-segi dalam dari seni acting, maupun yang menyangkut segi-segi luarnya seperti tubuh dan suara. Ketimpangan akan menghasilkan ketimpangan.

Pernafasan Diafragma
Otot-otot akan berkembang dan menegang ketika kita menghisap nafas, hanya bagian inilah yang tegang. Kemudian otot-otot samping bagian punggung pun ikut pula mengembang lalu mengempis saat nafas dihembuskan kembali.
Posisi diaphragma adalah diantara rongga dada dan rongga perut. Pernafasan melalui diaphragma inilah yang dirasakan paling menguntukan dalam berolah vocal, sebab tidak mengakibatkan ketegangan pada peralatan pernafasandan peralatan suara dan juga mempunyai cukup daya untuk pembentukan volume suara. Keuntungan lain yang diperoleh adalah pada saat ita menahan nafas otot-otot diaphragma tersebut tegang, ketegangan otot ini justru melindungi bagian lemah badan kita yakni ulu hati.  Pernafasan ini sangat baik dalam usaha menghimpun “tanaga dalam” yang mengolah vibrasi, karena pernafasan diaphragma akan memudahkan kita dalam mengendalikan dan mengatur penggunaan pernapasan.
Berlatih pernapasan banyak ragam dan caranya. Latihan pernafasan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari cabang-cabang beladiri seperti pencak silat, karate, atau berenang sekalipun. Namun ada beberapa catatan penting yang harus dilakukan untuk tujuan pernafasan dalam pemeranan (acting), yaitu:

Latihan 1.
-     Berbaring rata di lantai dan bernapaslah pada posisi tersebut, rasakan tubuh betul-betul rileks.
-     Berbaring dilantai, rasakan daya beratnya, pusatkan pikiran kea rah telapak kaki kita, ke ujung-ujung jari, rasakan seluruh pergelangan kaki terlepas. Bayangkan seluruh nadi terisi udara, engsel-engsel lututpun terisi udara biarkanlah tulang paha kita rileks sehingga daging dan otot-otot menjadi satu dengan tulang-tulang. Bayangkan sendi-sendi pinggang dan tuang paha berisi udara sehingga seluruh tubuh tidak lagi memberatkan kaki. Biarkan otot punggung dan perut kita meleleh seperti air, biarkan punggung rileks dan tidak usah memaksakan tulang punggung menjadi rata, biarkan otot-otot seluruh tubuh dan kepala sampai rahang disamping telinga kita rileks hingga gigi kita tidak terkunci juga lidah tidaklah lengket pada bagian atas mulut, rahang menjadi seperti jatuh demikian juga dengan lidah yang tidak saling menyentuh. Biarkan wajah kita terasa berat pada tulang tulang wajah, biarkan pipi, bibir, pelupuk mata seluruhnya rileks.
-     Rasakan tubuh kita di lantai melorot rileks tariklah nafas secara penuh untuk merasakan sensasi-sensasi yang terjadi pada tubuh kita saat di lantai akibat pernapasan yang alami itu. Ulangi itu terus menerus dengan intens.
Latihan 2
-     Waspadai bahwa ditengah kediaman tubuh kita yang rileks itu akan tidak terelakan sebuah kondisi yang mudah untuk jatuh apabila nafas keluar dan masuk dari tubuh, rileks bukan berarti tidak ada control terhadap tubuh namun control sering kali membuat kita justru menjadi tegang, jadi pernafasan yang berlangsung alami adalah citra dari rileks itu sendiri.
-     Tariklah nafas secara mendalam tanpa paksaan, simpanlah tangan di pundak untuk merasakan dorongan nafas pada diaphragma.
-     Pada saat udara masuk ke dalam tubuh dan terhisap oleh mulut atau hidung, masuk ke pusat dan keluar kembali, senantiasa merasakan kehangatan udara di dalam tubuh dan dinginnya udara yang kita hisap tersebut.
-     Pada saat merasakan udara yang  masuk kedalam tubuh ksenantiasa melakukan penghayatan pada udara tersebut, rasakan rasa lega yang mendalam di dalam tubuh lalu hayatilah udara turun keperut dengan emosi yang selalu terjaga (konsentrasi).
-     Ulangi  dorongan kausalitas tersebut dengan latihan yang intensif, emosi terjaga, selalu merasakan bahwa saat latihan kita adalah bagian alam semesta ini.
-     Hal yang paling penting adalah menghindari ketegangan-ketegangan, biarkan seluruhnya bergerak secara alami dan teratur

Olah Vokal

Vokal (Suara) dan Spech (ucapan) amatlah penting di dalam sebuah pementasan sebuah drama, menurut MAURIZE ZOLOTOV merupakan bagian dari isyarat ataupun symbol, menurutnya ada kalimat Emosional untuk menyatakan perasaan dan ada pula kata-kata yang dapat digunakan sebagai senjata mencapai kekuatan.

Menurut Henning Nelms tentang Spech ada lima :
1.      Menyalurkan kata-kata Drama kepada penonton.
2.      Memberi arti-arti khusus pada kata-kata tertentu melalui odulasi suara.
3.      Memuat informasi tentang sifat dan perasaaan – pemeranan missal : Tentang umur, kedudukan social, jabatan, kegembiraan, putus asa, kemarahan.
4.      Mengendalikan perasaan penonton.
5.      Melengkapi variasi.
Tahap Pertama
Pada tahap pertama pada latihan olah vokal , hisap lah udara sebanyak-banyaknya lalu tahan, kemudian hembuskan sambil mengeluarkan suara. Ini dilakukan berulang-berulang.
Tahap Kedua.
Hisap udara melalui melalui dada salurkan ke Rongga dada hisap udara melalui perut, lalu tahan salurkan ke rongga Dada, keluarkan melalui mulut. Sebaliknya dapat dilakukan dengan sebaliknya, apabila tahap sudah dapat dilakukan bisa dilakukan dengan memainkan variasi pernapasan.
Tahap ketiga
Pada tahap ini lakukan laatihan dengan menahan napas sambil berjalan, berlari ini dilakukan berulang kali.
Tahap keempat.
Bernapas di dalam air, dengan menahan beberapa saat lalu di hembuskan dengan melalui teriakan.
Latihan Olah Vokal melalui latihan Spech (ucapan)

1.      Diksi
Ucapan, lafal, menentukan suara yang harus dipergunakan. Diksi, lagu (gaya) berata, memberi kualitas kejelasan suara dari sebuah kata yang diucapkan. Latih aga dapat membedakan dengan jelas membedakan antara huruf-huruf p dengan b, t dengan d, k dengan g.

Cobalah  :

  1. p-----   p-----   p------
pp----  pp----              pp-----
ppp--  ppp--               ppp----
pppp-   pppp-   pppp--
ppppp bbbbb ppppp

  1. b-----   b-----   b------
bb----  bb----              bb-----
bbb--  bbb--               bbb----
bbbb-   bbbb-   bbbb--
bbbbb ppppp bbbbb








(tanda garis hubung merupakan ketukan jarak)

Ulang-ulangilah latihan ini. Akan sangat efektif bila dilakukan secara rutin tiap pagi atau sore. Tidak usah lama. Cukup barang sepuluh atau lima belas menit saja.
Coba pula pada huruf-huruf yang lain dengan cara yang sama, hingga semua dapat jelas terbedakan. Gerakan bibir merupakan sesuatu yang amat penting bagi pengucapan yang jelas.  Untuk memperoleh hal itu maka gerazkan bibir sebanyak mungkin. Aktifkan gerakan bibir.
2.      Tekanan
Tekanan dicapai dengan kontras. Suatu kata dapat   diberi tekanan dengan mengubah tempo dan volumenya. Tempo sangatlah penting artinya. Tempo yang terlalu cepat hanya memberi kesan suara ribut. Saja.  Kehilangan kandungan makna yang akan disampaikan  Kebiasaan bicara cepat itu bisa dihilangkan dengan berlatih membiasakan ucapan-ucapan lambat. Mula – mula mengucapkan serentetan kata atau atau kalimat hanya dengan gerakan bibir saja, lambat tanpa bersuara. Sesudah itu dengan bersuara. Demikian berulang-ulang dilakukan.
Kata dapat diberi tekanan dengan merendahkan volume. Misalnya mengucapkan kata dengan lemah dalam saaatu kalimat yang nyaring. Belajarlah memberi tekanan pada suatu kata dengan memberi sedikit jeda sebelum dan sesudahnya.
Perubahan dalam pikiran dapat diperlihatkan dengan jeda atau dengan perubahan tiba-tia pada nada serta volumenya.
3.      Bentuk Ucapan
Suatu ucapan Panjang atau pendek umumnya membangun klimaks, maka dari permulaan dibangunlah : (1) volume, (2) intensitas emosi, (3) variasi, (4) jarak, kecepatan.
Membangun satu unsure dari keempat unsure di atas secara teknis amatlah sulit. Biasanya baik membangun dengan satu unsure, lalu beralih pada yang lain, atau membangun dalam dua atau tiga unsure sekaligus.
4.      Memuncak
Bila dua pemain atau lebih harus bersama-sama membangun satu reka-rekaan yang disebut topping, memuncak, dipergunakan, maka tiap pemain berkata pada saatu titik tinggi dalam volume, jarak, dan sebagainya dari kata terakhir pemain sebelumnya. Ini mungkin efektif. Tapi menuntut latihan, sebab pembangunan cenderung untuk meninggi begitu cepat hingga ucapan ketiga. Maka satu penanjakan agi sudah tidak mungkin.

Olah Vokal
Sebagai media  ucap dalam berakting, melatih organ suara merupakan hal yang paling pokok. Bagaimana produksi suara kita, dilokalisir dengan baik sesuai dengan kebutuhan peran. Jika actor tekun melatih perangkat suaranya lewat latihan yang benar dan teratur, dia akan lebih mudah dalam memainkan perannya.
(Eka Gandra, Bagi Masa Depan Teater)
Kemampuan Vokal bagi seorang actor adalah syarat utama agar bisa memainkan peran dengan baik. Dengan laku vocal, pemeran dituntut untuk dapat menjadi perwujudan watak-watak yang nyata.
Vokal sebagai salah satu media pengungkapan ekspresi actor, merupakan media penyampai informasi melalui dialog. Informasi tentang alur cerita, setting peristiwa, karakter tokoh, emosi, kondisi, usia tokoh dan lainnya. Dan hendaknya tersampaikan secara jelas melalui keterampilan pemeran dalam menyampaikan dialog.
Pencapaian dalam materi ini adalah menciptakan actor dengan perangkat vokalnya yang efektif dan elastis sehingga mampu menyesuaikan takaran volume suaranya dengan kondisi apapun. Ia juga mampu menampilkan variasi-variasi suara dengan baik seolah berbicara seperti kebiasaan sehari-hari, tetapi tanpa kehilangan kesan teaterikal.
Melalui vocal seorang actor harus mampu menggali kedalaman karakter tokoh dan nuansa dramatic shingga mampu menggugah imajinasi dan empatik penonton.
Dalam olah vocal, teknik pernapasan adalah sesuatu yang penting karena merupakan sumber tenaga penggerak atau penggetar pita suara kita. Latihan pernafasan kita menjadi stabil dan efektif dalam menunjang pembentukan suara.
(Eka Gandra, Bagi Masa Depan Teater)
Dilakukan dengan sikap berdiri, duduk atau tidur terlentang. Lemaskan badan selemas-lemasnya, setelah betul-betul lemas aturlah nafas seenak mungkin. Tarik nafas perlahan sekali (lima detik) lalu tahan => himpun nafas pada diaphragma dalam tempo yang sama dengan waktu menarik nafas => hembuskan perlahan sama seperti menarik nafas, kemudian tahan kembali dalam tempo yang sama dengan menarik nafas, kemudian tahan kembali dalam tempo yang tetap sama => kemudian tarik dan seterusnya berulang-ulang. Latihan ini hendaknya dilakukan setiap hari, semakin lama tempo hitungan diperlambat sesuai dengan kemampuan yang dicapai.
Berlatih dengan menyuarakan a, i, u, e, o pada saat menghembuskan nafas. Pada latihan pertama biarlah dulu pada nada yang tetap kemudian coba dalam nada-nada yang lain, yang lebih rendah atau lebih tinggi. Usahakan agar setiap nafas yang keluar benar –benar memproduksi suara sehingga tidak “over”. Agar ada variasi dan tidak membosankan, gerakan tubuh anda seperti seorang pesilat dengan gerakan dasar yang mudah saja.
Pengucapan
Untuk dapat  berartikulasi dengan baik, dibutuhkan kelenturan alat-alat pengucapan. Artikulasi yang baik, akan dapat dicapai dengan menempatkan posisi yang wajar tetapi dengan penggunaan tenaga efektif dan terkontrol.
Alat-alat tersebut antara lain:
Ø      Bibir
Sangat berperan dalam membentuk huruf-huruf hiduo dan huruf  M-B-P. Latihan dengan membentuk mulut dengan ruang gerak yang maksimal, otot bibir berulang membentuk bunyi U-A-U-I-U-A-O-E. Pada saat menyuarakan huruf u bibir dibentuk mengkerucut tarik semaksimal mungkin kedepan. Pada bentuk O, bibir membuat bulatan dan jangan lupa tarik bibir kearah depan tetap diperhatikan. Pada bunyi A, bibir seolah pada posisi menguap membentuk lonjong maksimal. Pada bentuk bunyi I, bibir seolah ditarik pipi ke samping sehingga mulut nampak pipih. Lakukan latihan ini berulang-ulang mulai dengan tempo membentuk lambing-lambang bunyi, percepatan temponya semakin cepat dan cepat lagi. Lakukan latihan dengan menyuarakan gabungan huruf mati dengan huruf diatas, menjadi MU-BA-PU-MI-BU-PA-MO-BE berulang-ulang dari lambat ke sedang dan cepat. Lakukan dengan diiringi latihan dan pernapasan.
Ø      Lidah
Lidah sangat berperan dalam membentuk bunyi huruf-huruf mati seperti         C-D-L-N-R-S-T dan lainnya. Lidah yang lincah akan dapat menentukan pembentukan lafal yang baik, tepat dan jelas. Latihan-latihan dimaksud untuk mencapai tingkat kelenturan sehingga lidah tidak saja lemas dan lincah tetapi juga mempunyai kemampuan seseorang yang mengalami kesulitan dalam membentuk bunyi R dan T. Latihan lidah:
-         Menjulurkan dan menaril lidah berulang-ulang
-         Menjulurkan dan menarik ke atas => bawah, samping kanan => kiri dan kemudian menjulurkannya untuk membuat gerakan berupa lingkaran.
-         Tempelkan ujung pada gigi seriates lalu dorong lidah keluar, tempelkan ujung lidah pada gigi serri bawah lalu doronglah lidah  keluar, lakukan berulang-ulang.
-         Tutup mulut lalu bunyikan Bberrrrrrrrrrrrrrr, Trerrrrrrrrrrrr.

Ø      Rahang
Membantu pembentukan rongga mulut.
Lakukan latihan-latihan seperti ini:
-         Tutup dan buka mulut selebar mungkin, berulang-ulang.
-         Doronglah rahang bawah ke muka lalu buka ke bawah lalu tarik kea rah dalam/ leher lalu tutup mulut, rahang rapat, dorong ke muka kembali dan lakukan seterusnya berulang-ulang semakin cepat.
-         Gerakan rahang bawah ke kanan dan kiri.
-         Buat lingkaran dengan rahang arah bergantian ke kanan dan ke kiri.
-         Ucapkan dalam satu helaan nafas hitung berapa pengulangan bunyi:                                                wawawawawawawawa, yayayayayayayayayaya

Ø      Langit-langit
Terdiri dari langit-langit keras dan langit-langit lunak, merupakan bagian penting dalam pembentukan suara maupun pengucapan. Selain itu, langit-langit  berperan juga sebagai dinding resonator pada rongga mulut. Latihan:
-         Tutup mulut berbuatlah seakan-akan anda sedang berkumur, buka rahang bawah tetapi bibir tetap rapat, tekan langit-langit ke atas dank ke bawah pula.
-         Tutup mulut dalam keadaan rapat, kemudian lakukan seolah anda mengucapkan bunyi M, B, K, N, NG, D, dan lainnya. Saat melakukan ini dapat dirasakan langit-langit bergerak ke atas dan ke bawah.Setelah seluruhnya peralatan pernapasan dan peralatan pengucapan kita latih dengan baik, barulah kita mencoba dengan membaca dialog. Bacalah dengan volume yang sedang dan rasakann pula dorongan nafas diaphragma, arahkan pembentukan suara ke resonator yang dirasakan paling tepat. Misalnya ke rongga resonator dada, mulut atau hidung.
Pembentukan Suara
Nafas yang keluar melalui Trachea sesampainya pada larynx akan menggetarkan pita suara, dank arena getaran itu timbulah suara. Namun demikian suara tersebut baru akan terdengar baik bilamana terlah beresonansi pada salah satu resonator, baik rongga mulut, rongga hidung atau rongga dada. Misalnya, kalau bentuk rongga mulut bulat maka suara yang diproduksinya akan bulat pula, tetapi kalau rongga mulut ditarik melebar kesamping maka suara yang diproduksi akan terdengar ‘cempreng’. Seorang actor harus lebih menekankan pemberian karakter pada suaranya. Mengolah texture dan warna suara yang sesuai dengan peran yang dimainkannya.
Seorang actor juga harus bisa mengolah beberapa warna vocal sesuai tuntutan scenario, seperti:
-   Menaikkan dan menurunkan volume suara.
-   Meninggikan dan merendahkan frekwensi nada bicara.
-   Mengatur atau mengolah tempo pengucapan.
-   Mengatur atau mengolah warna dan texture suara.

Latihan 1:
-   Tariklah nafas dan keluarkan seperti angina.
-   Tariklah nafas dan keluarkan seperti suara angina itu sendiri,  rasakan efek nafas tersebut pada langit-langit atas mulut, lidah dan pembentukannya.
-   Tariklah nafas dan keluarkan dengan suara seperti seolah sedang berbisik, rasakan bagaimana kandungan nafas dan suara yang keluar.
-   Tariklah nafas dan keluarkan dengan teks dan seolah suara itu menyerupai angina.
-   Seluruh latihan ini dilakukan secara alami dan intens.

Latihan 2 :
-   Tariklah napas dan keluarkan seperti suara binatang berkaki empat (bayangkan harimau, ajah, anjing, kucing dan lain sebainya).
-   Tariklah nafas dan keluarkan seperti suara jenis unggas (bayangkan menjadi burung, ayam, bebek, dan lain sebagainya).
-   Seluruh latihan ini dilakukan secara alami dan intens.
Latihan 3 :
-   Cobalah kata-kata apa saja dari mulut.
-   Cobalah berdialog improvisasi aa saja keluar dari mulut.
-   Cobalah baca beberapa teks lakukan dengan alami dan bertahap lewat vibrasi yang volumenya di tambah.
-   Lakukan observasi suara manusia dan tirulah laku perannya (how old I am:  rasakan sensasi-sensasi usia yang ditiru pada teknik suara).
-   Cobalah acting dengan teks.
-   Hindari ketegangan-ketegangan.

Berikut ini catatan-catatan yang dibuat oleh Frans Marajinen dari “Institut des Arts Spectaculaires” (INSAS) di Brussell selama kursus yang diadakan oleh Jerzy Grotowsky dan sahabatnya, Ryszard Cieslak, pada tahun 1966.
Dengan membandingkan latihan-latihan tahun 1959-1962, memang ada perubahan yang dapat dicatat yakni dalam orientasi dan objek latihan yang merupakan hasil kerja beberapa tahun sebelumnya.
Dalam pengantarnya, Grotowsky menjelaskan bahwa hubungan antar penonton dan actor adalah penting. Dengan dasar pemikiran ini, dia memulai pelajaranya dengan semboyan: “Inti teater adalah actor, perbuatan-perbuatannya, dan apa yang dapat ia capai”. Skema pelajarannya dan pelbagai macam latihan adalah didasari atas pengalaman secara metodik menuju kepada teknik-teknik actor dan kehadirannya secara fisik di atas panggung.


 
Latihan-latihan Vokal
Untuk memulainya, Grotowski membuat beberapa tanda tentang sikap yang disesuaikan dengan kerja seseorang. Ia minta keterangan yang mutlak kepada siapa saja yang hadir dalam ruangan, baik actor maupun penonton. Ketawa haruslah ditahan pada bagian permulaan latihan nampak seperti permainan sirkus. Mereka yang tidak biasa dengan metode tersebut hendaknya menerima impresi ini, tapi secepatnya orang akan memahami apabila ia telah menghadiri beberapa latihan dan melihat hasil yang dicapai. Penonton dalam hal ini adalah mereka yang tidak ambil bagian aktif dalam latihan, dan mereka harus “tidak terlihat dan tidak terdengar” oleh murid-murid.

Stimulasi atas Suara
Setiap actor memilih teks dan ia bebas untuk membacanya, menyanyikannya atau bahkan dengan teks itu ia boleh berteriak.
Latihan ini dilakukan secara serempak. Sementara itu Grotowski berjalan keliling diantara mereka, sekali-sekali meraba dada, punggung, kepala atau perut si murid ketika ketika ia sedang membaca. Tidak satu bagianpun yang terlewat dari perhatian Grotowski.
Setelah latihan ini selesai, dia menununjuk empat orang. Yang lain kembali ketempat duduknya masing-masing untuk melihat perkembangan teman-temannya. Mereka tidak boleh bersuara.
Grotowski menempatkan satu orang di tengah-tengah. Aktor membaca semuanya dengan suara yang secara berangsur-angsur ditambah volumenya. Kata-kata disuarakan kembali dengan mantap, langit-langit seakan-akan tengkorak bagian depanlah yang sedang berbicara. Kepala jangan terkulai kebelakang sehingga menyebabkan laring tertutup. Melalui echo langit-langit menjadi kawann berdialog yang akan mengambil bentuk pertanyaan maupun jawaban (selama latihan Grotowski memimpin murid-muridnya dengan aba-aba tangan, mengelilingi ruangan). Selanjutnya, dimulailah percakapan dengan tembok, juga secara improvisasi. Di sinilah bukti bahwa echo adalah jawaban. Seluruh badan merespon terhadap echo . Suara asli masuk dan keluar melalui dada.
Kemudian suara ditempatkan di perut. Dalam acara ini percakapan dilangsungkan dengan lantai. Kedudukan badan: “seperti seekor sapi gemuk”

Catatan: Grotowski menekankan bahwa selama latihan pikiran harus dikosongkan. Murid-murid membaca teks tanpa berpikir dan tanpa pause. Grotowski akan menyetop setiap kali ia melihat ada murid sedang berpikir dalam latihan.

Suara latihan diperlihatkan, secara berurutan:
1.   Suara kepala (menghadap kelangit-langit).
2.   Suara Mulut (seakan berbicara pada udara di hadapannya)
3.   Suara occipital (menghadap langit-langit tepat di atas actor).
4.   Suara dada (diproyeksi di depan actor)
5.   Suara perut (menghadap kelantai)
Suara keluar dari kedua belah bahu(menghadap langit-langit tepat diatas actor);  the small of the back (menghadap ke dinding di samping actor); bagian lumbar (menghadap kelantai, dinding dan ruang disampingnya)
Grotowski tidak membiarkan actor beristirahat sebentarpun. Ketika actor sedang membaca, ia berkeliling  membaca stimulasi dan “mremas” bagian tertentu badan murid, sehingga melepaskan impuls-impuls yang terbawa oleh suara.
Ritme latihan sangan cepat. Seluruh tubuh harus diikutsertakan walau hanya untuk latihan vocal saja. Suatu latihan  relaxation terdiri dari improvisasi percakapan dengan tembok, sepenuhnya bebas dari tensi. Murid harus secara tetap menyadari bahwa echo harus selalu ditangkap.
Sungguh menakjubkan bagaimana Cieslak pemain utama dan teman dekat Grotowski selalu memberikan contoh dan melihat banyak latihan serta mengikuti perkembangan murid-murid dengan penuh latihan.

Latihan “Macan”
Latihan ini untuk membuat si actor secara penuh tampil dan dalam waktu yang bersamaan, menyusun suara parau dalam acting.
Grotowski ikut serta  dalam latihan ini. Ia memainkan seekor macan yang sedang menyerang mangsanya. Murid-murid (mangsanya) bereaksi, meraung seperti macan.
Itu bukanlah sekedar meraung. Suaranya haruslah didasarkan pada teks, dan mempertahankan terus seperti itu adalah penting sekali dalam latihan ini.
Grotowski : “Sini, lebih dekat …teks…teriak… saya adalah seekor macan, bukan kau…. Saya akan menelan kau….”
Dalam hal ini ia mendorong murid-murid untuk memasuki permainan secara penuh. Sungguh hebat bagaimana murid-muridnya kemudian mengikuti latihan ini. Sekarang semua perasaan malu-malu menjadi lenyap. Kekurangannya hanyalah karena belum terbiasa dengan teks, dan memang dalam improvisasi, kata-kata tidak timbul secara mudah.
Tiba-tiba Grotowski menginterupsilatihan (tidak disadari beberapa murid dalam hal ini menunjukan bahwa mereka benar-benar secara total adalah jelas dimaksudkan untuk “mengistirahatkan” organ-organ suara. Grotowski menganggap bahwa “vocal relaxation” adalah sangat penting , terutama bagi mereka yang berlatih untuk pertama kalinya. Organ-organ ini suara belum terbiasa digunakan dengan cara iin. Cara pendidikan Grotowski yang keras nampak dalam kenyataannya bahwa murid-murid mengalami kesulitan menahan latihan. Mereka tidak memperhatikan penonton yang mana hal itu merupakan suatu yang luar biasa dalam keseluruhan proses latihan.

Latihan “King-Kong”
Inti dari latihan ini adalah mengulang-ulang ucapan kata “King” pada nada yang sangat tinggi dan tempo yang sangt cepat, dengan seluruh rentetan variasi dari nada rendah ke nada tinggi.
Akhirnya suara ke luar dari occiput yang sementara adalah Grotowski  memperoleh hasil yang luar biasa dengan improvisasi kata ini pada nada yang lebih tinggi. Setelah kira-kira lima menit, atas petunjuk Grotowski, murid-murid mencapai skala vocal yang tinggi dan nampak bagi mereka sebagai sesuatu yang baru. Kami mendapatkan keadaan itu karena banyak wajah-wajah murid yang nampak surprise.

Latihan “La-La”
Latihan dimulai dengan berjalan keliling serta menyanyikan “la-la” kemudian Grotowski merebahkan diri, terlentang diri, terlentang di atas lantai. Lalu “la-la” di ulang dengan menghadap ke langit-langit, dinding dan lantai sebagai alternatip suara kepala, perut dan dada.
Grotowski berpesan agar mereka melonggarkan perut dan mendorong resonator yang terletak di perut.
Setelah latihan ini, murid-murid tetap terlentang di atas lantai untuk beberapa saat, istirahat secara penuh.
(Catatan: Hasilnya sunggu luar biasa. Bahkan setelah pelajaran pertama suara murid-murid bisa mencapai intonasi yang sebelumnya tidak pernah mereka sangka dapat mereka miliki).
Grotowski memulai lagi dengan serangkaian latihan-latihan sama seperti yang diberikan kepada murid yang pertama.
1.      Simulasi vocal keluar dari resonator-resonator yang berbeda
2.      Suara kepala (menghadap kelangit-langit).
3.      Suara Mulut (seakan berbicara pada udara di hadapannya)
4.      Suara occipital (menghadap langit-langit tepat di atas actor).
5.      Suara dada (diproyeksi di depan actor)
6.      Suara perut (menghadap kelantai
Suara-suara yang keluar dari:
a. sepasang bahu (menghadap kelangit-langit di samping actor)
b. the small of the back (menghadap dinding disamping actor)
c. the lumber region (menghadap lantai, dinding dan ruangan di sampingnya)

Latihan Berikutnya
Meong kucing dengan daya penyampaian yang paling luas dari:
a.  Intonasi
b. nuanasa-nuansa
c. pitch
Tiba – tiba grotowski kembali kepembicaraan teks secara normal/ biasa



 
Macan
Ekspresi suara dalam bentuk  ruangan macan. Ada tanda-tanda kemajuan yang nampak kalau dibandingkan dengan yang sebelumnya. Latihan vocal sekarang dibarengi dengan gerak mengendap-endap, jumpalitan dan mencakar-cakar. Grotowski tidak ragu-ragu mempelajari dari pengalaman tentang kebutuhan murid-murid sehingga memungkinkan penyerahan diri mereka secara penuh dalam latihan.



DAFTAR PUSTAKA

Hamzah Adjib A., Pengantar Bermain Drama, CV Rosda, Bandung.
Noer C. Arifin, Teater Tanpa Masa Silam, DKJ, Jakarta, 2005.
Iman Sholeh & Rik Rik El Saptaria, Module Workshop Keaktoran Festamasio 3, TGM, Yogyakarta, 2005.

 Sumber : materiteater.blogspot.com